Selasa, 13 April 2010

Teknik Balon-Sungkup pada Orang Dewasa dan Anak Dan Pernapasan Bantuan

Teknik Balon-Sungkup dan Pernapasan Bantuan

Tinjauan Umum
Bagian ini menjelaskan bagaimana caranya memberikan napas dengan menggunakan balon-sungkup dan melakukan pernapasan bantuan.

Tujuan Pembelajaran
Pada akhir bagian ini, Anda diharapkan mampu:
• Memberikan napas menggunakan balon-sungkup
• Melakukan pernapasan bantuan

Alat Balon-Sungkup
Alat kantong-sungkup terdiri atas sebuah kantong yang terhubungkan dengan sebuah sungkup/masker. Alat ini merupakan metode yang paling umum digunakan untuk memberikan ventilasi bertekanan positif pada situasi di luar dan di dalam rumah sakit.

Teknik ventilasi balon-sungkup memerlukan petunjuk dan latihan. Anda harus mampu memberikan ventilasi balon-sungkup yang efektif.

Fakta Dasar:
Pentingnya Jalan Napas yang Terbuka dan Sungkup Terpasang Rapat
Untuk menghasilkan ventilasi yang efektif, penyelamat harus mampu melakukan ‘head tilt’ dan kemudian menekan sungkup pada wajah sambil mengangkat rahang. Bila memungkinkan, gunakan teknik 2-penyelamat untuk membuka jalan napas, memastikan tercapainya kedap udara antara wajah dan sungkup, dan memberikan ventilasi yang efektif, serta mengamati dada mengembang.

Fakta Dasar: Pemberian Napas dengan Oksigen Suplementer
Bila Anda menggunakan oksigen suplementer dengan sebuah balon-sungkup, tetap berikan napas setiap kalinya selama 1 detik.

Satu Penyelamat Menggunakan Balon Sungkup
Ikuti langkah-langkah berikut dalam menggunakan balon sungkup:

Langkah Tindakan

1.Posisikan diri Anda tepat di atas kepala korban.
2.Pasang sungkup pada wajah korban dengan menggunakan pangkal hidung sebagai patokan untuk posisi yang tepat.
3.Gunakan teknik klem E-C untuk menahan sungkup pada tempatnya sementara Anda mengangkat rahang untuk menjaga agar jalan napas terbuka (Gambar 12):
• Lakukan ‘head tilt’.
• Gunakan ibu jari dan telunjuk salah satu tangan untuk membentuk huruf “C”, dan menekan pinggiran sungkup pada wajah.
• Gunakan jari-jari yang lain untuk mengangkat sudut-sudut rahang (3 jari membentuk huruf “E”) dan membuka jalan napas.
4.Remas balon untuk memberikan napas (1 detik setiap kalinya) sambil mengamati pengembangan dada. Pemberian napas ini sama caranya baik Anda menggunakan oksigen suplementer maupun tidak.

Gambar 12. Teknik klem E-C pada Mulut-ke-Sungkup untuk menahan sungkup sambil mengangkat rahang. Posisikan diri Anda di atas kepala korban. Letakkan ibu jari dan telunjuk di bagian atas sungkup (membentuk huruf “C”), sementara menggunakan jari ketiga, keempat dan kelima (membentuk huruf “E”) untuk mengangkat rahang

Dua Penyelamat Menggunakan Balon Sungkup
Dua penyelamat dapat memberikan ventilasi yang lebih efektif dibandingkan dengan satu penyelamat. Ketika dua penyelamat menggunakan sistem balon-sungkup, satu penyelamat membuka jalan napas dengan cara ‘head tilt-jaw lift’ dan menahan sungkup pada wajah, sementara penyelamat satunya meremas balon (Gambar 13). Teknik memegang sungkup sama dengan alat mulut-ke-sungkup yang digambarkan di atas. Bila ada penyelamat ketiga, dapat diberikan penekanan pada krikoid (lihat “Penekanan Krikoid” pada Bagian 9).


Gambar 12. Dua-penyelamat menggunakan balon sungkup. Penyelamat pada kepala korban mendongakkan kepala korban dan menahan rapat sungkup pada wajah korban dengan ibu jari dan telunjuk kedua tangan membentuk huruf “C” untuk memastikan kekedapan di sekeliling sungkup. Penyelamat yang sama menggunakan ketiga jari selebihnya (membentuk huruf “E”) untuk mengangkat rahang (untuk menjaga jalan napas terbuka). Penyelamat kedua meremas balon dengan perlahan (1 detik lebih) hingga dada mengembang. Kedua penyelamat harus mengamati pengembangan dada.

Pernapasan Bantuan
Kadang-kadang, pasien memiliki pernapasan yang tidak adekuat atau tidak bernapas, tetapi terdapat denyut nadi.

Tabel berikut menunjukkan pedoman pernapasan bantuan pada korban yang memiliki denyut nadi.

Pernapasan Bantuan pada Orang Dewasa Pernapasan Bantuan pada Anak
• Beri 1 napas setiap 5 – 6 detik (10 hingga 12 napas per menit)
• Berikan setiap napas dalam 1 detik
• Setiap napas harus membuat dada tampak mengembang
• Periksa denyut nadi sekitar setiap 2 menit
• Beri 1 napas setiap 3 – 5 detik (12 hingga 20 napas per menit)
• Berikan setiap napas dalam 1 detik
• Setiap napas harus membuat dada tampak mengembang
• Periksa denyut nadi sekitar setiap 2 menit

Fakta Dasar:
Henti Pernapasan
Henti pernapasan terjadi apabila pernapasan sepenuhnya tidak ada atau terdapat pernapasan yang tidak adekuat untuk mempertahankan oksigenasi serta ventilasi yang efektif, namun korban masih memiliki denyut nadi. Petugas kesehatan harus mampu mengidentifikasi henti pernapasan dan harus dapat menentukan kapan pernapasan yang ada tidak memadai untuk mempertahankan oksigenasi dan ventilasi yang efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar