Rabu, 19 Mei 2010

Captain's decision & Team Work..



Anda Adalah Penyedia Jasa

Anda dan rekan EMT-B Anda ditugaskan ke lokasi tabrakan di Interstate 10 KM 86. Petugas pengirim mengatakan paling sedikit dua mobil terlibat dalam tabrakan itu, salah satunya truk semi trailer. Sekitar dua mil dari tempat kejadian Anda melihat lalu lintas menuju ke timur sama sekali tidak bergerak. Anda terus melaju menuju lokasi kejadian melalui jalur tengah jalan. Mendekati lokasi kejadian, Anda melihat satu truk semi trailer 18-roda terguling. Di luar sisi jalan, Anda melihat satu van penumpang yang tampaknya telah terguling namun kini berdiri tegak.

1. Apakah langkah pertama yangakan Anda lakukan di tempat itu?
2. Masalah-masalah keselamatan apakah yang harus Anda pertimbangkan?

Operasi Khusus

Bagian pertama bab ini akan menjelaskan tentang sistem komando insiden.
Tujuan bagian ini adalah memberikan pengetahuan tentang hal yang akan terjadi selama insiden-insiden yang kompleks. Bab ini juga menjelaskan peran Anda didalam sistem tersebut.

Bagian berikutnya menjelaskan peran-peran EMT-B dalam insiden-insiden korban massal. Dalam sistem komando insiden, personel EMS juga akan mendapat satu dari beberapa peran yang ditetapkan untuk menangani korban dalam jumlah banyak dalam satu peristiwa. Respon EMS yang biasanya melakukan triase pada tiga atau empat pasien akan sulit jika korban mencapai 25 orang atau lebih. Untuk memastikan setiap pasien mendapat penanganan semestinya dan dikirimkan ke rumah sakit yang sesuai dengan tingkat keparahan kondisinya,dibutuhkan operasi yang lebih terorganisir dengan tiga tanggung jawab utamayang ditetapkan: triase (pemilahan), perawatan dan transportasi.

Bagian terakhir menjelaskan tanggung jawab utama Anda dalam insiden
material berbahaya. Dalam merespon insiden jenis ini, Anda tidak boleh langsung
memberikan perawatan pada pasien. Anda harus bekerja sama lebih dulu dengan
komandan insiden, menyempatkan menilai lokasi kejadian secara akurat dengan
mengidentifikasi luas area bahaya, menentukan lokasi yang aman untuk
menempatkan pasien, dan melakukan tindakan-tindakan perlindungan diri.

Keselamatan harus paling diutamakan. Jika insiden material berbahaya tidak ditangani dengan hati-hati, banyak orang,termasuk personel penyelamat, bisa cedera atau tewas.

Sistem Komando Insiden

Sekarang ini telah dikembangkan banyak sistem komando dan kepemimpinan untuk meningkatkan penanganan situasi darurat di lokasi kejadian. Dinas pemadam kebakaran menjadi pelopor dalam pengembangan program-program untuk membantu mengendalikan, mengarahkan, dan mengoordinasikan perespon-perespon gawat darurat dan sumber-sumbernya. Program-program ini disebut sistem komando insiden (incident command system). Sistem ini telah diadaptasi dan digunakan oleh organisasi-organisasi EMS untuk mengoordinasikan operasi-operasi mereka sendiri dengan lebih baik.
Sistem komando insiden dirancang untuk digunakan dalam operasi sehari-hari.
Namun, sistem ini akan sangat efektif jika digunakan untuk mengorganisir personel
dalam jumlah banyak di insiden yang kompleks seperti tumpahan-tumpahan material
berbahaya dan insiden-insiden korban massal.

Komponen-komponen dan Struktur Sistem Komando Insiden

Teknologi
Interaktif
Daftar Istilah
Ulasan Anatomi
Web Link


Pedoman Ulasan Online

Dalam suatu kebakaran besar, insiden material berbahaya, atau insiden korban massal, unit-unit pemadam kebakaran, penyelamat, HazMat (material berbahaya), polisi dan EMS dari banyak area biasanya akan terlibat dalam bermacam cara. Untuk menjamin kejelasan alur tanggung jawab dan otoritas,dibutuhkan suatu sistem yang baku untuk mengidentifikasi orang yang bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas dalam insiden, dan orang-orang yang harus melapor dan menerima laporan. Sistem komando insiden bermanfaat untuk mengidentifikasi peran dan tanggung jawab masing-masing anggota kru, terutama jika peristiwa tersebut mulai memburuk, bahkan untuk panggilan dengan hanya satu pasien dan tidak membutuhkan layanan lain.

Sistem komando insiden disusun supaya hanyaterdapat satu otoritas yang bertanggung jawab atas seluruh penanganan insiden.Orang ini adalah komandan insiden (incident commander). Komandaninsiden biasanya berjaga di pos komando (command post), pusat komandolapangan yang telah ditetapkan. Pusat komando lapangan ini biasanya didirikandi dalam kendaraan atau gedung di lokasi kejadian yang menjadi ‘’kantor’’bagi komandan insiden. Dari kantornya ini, komandan insiden akan mengawasi dan mengoordinasikanaktivitas-aktivitas berbagai kelompok dan pemimpin-pemimpin kelompok.
Fungsi-fungsi biasanya dipusatkan di pos komando,termasuk informasi, keselamatan, dan hubungan dengan badan-badan dankelompok-kelompok yang ikut merespon. Dalam suatu operasi komando insiden tertentu, semua informasi kepada publik dan media massa berasal dari pos komando. Komandan insiden biasanya akan menunjuk seorang petugas K3 (safety officer) yang akan berkeliling ke personel-personel perespon. Karena itu,semua EMT-B harus paham bahwa perintah atau arahan yang dikeluarkan petugas K3 memiliki otoritas penuh komandan insiden dan harus segera dilaksanakan.Seringkali EMT-B tidak mengetahui mereka sedang mendekati suatu bahaya atau masalah, dan petugas K3 bertanggung jawab melindungi semua personel dan korban-korban insiden. Akhirnya, komandan insiden bisa menunjuk seorang petugas untuk mengoordinasikan kedatangan unit-unit pemadam kebakaran, polisi, dan EMS.

Dalam respon awal, komandan insiden bisa memegang kendali langsung terhadap kelompok-kelompok dan tim lainnya yang sedang dibentuk. Dalam situasi ini, akan ditunjuk seorang supervisor kelompok medis untuk mengoordinasikan semua aktivitas EMS, atau diangkat supervisor kelompok penyelamat untuk menangani orang-orang yang terjebak di dalam mobil yang ringsek. Dalam operasi penyelamatan yang berlangsung berjam-jam, berhari-hari atau lebih lama lagi, struktur komandan insiden memiliki banyak sektor,termasukoperasi,perencanaan, logistik dan keuangan. Gambar 37-1 menampilkan contoh bagan organisasi sistem komando insiden yang mencakup sektor-sektor ini. Di masing-masing bagian ini, akan terdapat satu petugas yang memegang tanggung jawab yaitu komandan sektor (sector commander).
Tidak semua posisi digunakan dalam setiap insiden. Komandan insiden akan memilih posisi-posisi individu dan tim dan menentukan mana yang akan digunakan sesuai dengan sifat insiden.

Insiden-insiden besar seringkali menuntuttingkatan manajemen lain, yang dikenal sebagai komando terpadu (unifiedcommand). Dengan komando terpadu ini, komandan insiden akan disertai di poskomando oleh satu petugas yang bertanggung jawab atas seluruh operasi pemadamankebakaran, satu petugas yang bertanggung jawab atas seluruh operasi EMS, dan satu petugas yang bertanggung jawab atas seluruh penegakan hukum. Kelompok ini,dengan arahan dari komandan insiden, akan mengatur semua operasi di lokasi kejadian. Karena petugas keamanan umum yang ditempatkan di pos komando bermacam-macam, mereka akan mudah ditemukan dan bisa bersama-sama memberitahukan komandan insiden perubahan-perubahan dan masalah-masalah yang disampaikan kepada mereka. Komandan insiden juga bisa melibatkan mereka dalam membuat keputusan-keputusan yang dibutuhkan dan menyampaikan perintah dengan cepat kepada orang-orang yang berada di bawah komando mereka. Selain komando yang terpadu, sistem ini memastikan tindakan-tindakan setiap jenis responder/perespon yang berbeda terkoordinasi dengan baik.

Sifat peristiwa akan menentukan cara sistem ini saling bekerja sama. Misalnya, dalam insiden kecelakaan pesawat terbang, badan yang memimpin penyelamatan biasanya adalah pemadam kebakaran. Dalam situasi ini, EMS biasanya adalah salah satu aspek dari keseluruhan sistem komando insiden kebakaran. Di dalam sistem mereka sendiri, personel EMS menetapkan dan melaksanakan tugas-tugas mereka. Namun, pemegang kontrol tertinggi dalam insiden tersebut adalah komandan pemadam kebakaran (fire commander).
Situasi-situasi lain seperti orang-orang yang cedera dalam konser musik rock merupakan peristiwa-peristiwa sipil. Petugas keamanan akan memimpin, dengan menetapkan rencana komando insiden. Pemadam kebakaran dan EMS akan mengikuti keputusan komandan petugas keamanan. EMS jarang menjadi pemimpin dalam suatu peristiwa.




[ Operasi ] [ Perencanaan ] [ Logistik ] [ Keuangan ]
|
________________________

-> Cabang Penyelamatan ->Cabang Medis
-> Ekstrikasi ->Cabang Medis
-> Material Berbahaya ->Triase
->Perawatan
->Transportasi



Gambar 37-1 Struktur Komando Insiden. Tidak semua posisi akan terisi di setiap insiden. Namun, komandan insiden bertanggung jawab atas semua aktivitas. Ia bisa menunjuk personel untuk membantu menangani insiden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar